#ThankYouSirAlex

"Jika sulit membenci seseorang. Mungkin, mengabaikan adalah cara termudah ."

-astikalestyani

Pada malam yang angkuh, yang hanya bisa menyajikan lagu kesedihan di setiap pesta kegelapan. Inilah kehidupannya dengan segala kediaman yang membawanya dititik paling dasar. Yang selalu salah menggunakan akal sehat untuk menyamarkan isi hatinya. Yang selalu menjatuhkan tubuhnya tepat di balik pintu dan berkata ‘aku baik-baik saja’ , tak peduli sederas apa air mata yang akan  jatuh, dia hanya perlu menyekatnya rapat, serapat pintu yang ia kunci di belakangan punggung nya.

Kehidupan seperti apa yang ia inginkan ?

Rasa sakit yang ada bukan alasannya. Dia telah banyak memiliki kehilangan, baginya semua itu seperti lubang hitam yang mencekiknya. Ia tak ingin menyalahkan, pun tak pernah ingin menyesal. Dia hanya diam tak pernah sekalipun bertanya.

Ia seperti tak tahu arah jalan yang sedang ia jalani sekarang, bagaimana cara ia menjalani jalan itu. Bagaimana ia tahu bahwa jalan itu benar atau salah, dengan pikiran apa ia menjalani jalan itu. Hingga ia sendiri pun tak tahu apa yang sedang ia lakukan di jalan itu .

Dia yang sekarang bukan seperti apa dia yang sebelumnya. Apa yang telah ia ingat, Apa yang telah ia lupakan, Apa yang telah ia lepas dan apa yang telah ia cari. Semua sudah terlihat berbeda. Jelas semua tak lagi sama.

Dia acuh. Menutup semua celah yang kemungkinan akan di masuki orang asing. Dia lupa diri, bahkan dia seperti disembunyikan oleh ketakutannya sendiri. Sekilas ia terlihat normal, bila mampu memasukinya lebih dalam jelas akan ada perbedaan, cacatnya ia ada di sisi manapun, basah dan menyedihkan.

Terlalu mudah dihantam oleh kata maaf yang langsung mendaratkannya pada jurang kesakitan, lagi dia akan menangis sekali lagi. Bila dinding bisa melakukan sesuatu, mungkin satu-satunya hal yang mereka lakukan adalah mentertawakannya. Mereka tidak berada dipihaknya. Semua yang ia peluk melepas dengan cepatnya. Sekejap menghilang. Senyum yang ia pasang adalah sisa-sisa dari pertahanan terakhirnya.

jenis orang yang seperti apakah dia ?

—- AKU ?

-astikalestyani

Dear hati,

Aku tahu kau sedang tak berada dalam keadaan baik-baik saja. Aku tahu benar bahwa sejak setahun lalu, lukamu belum juga hilang hingga sekarang. Aku jelas tahu bahwa sakitmu itu masih terus membuatmu sesak. Kau tau, bagian tubuh ku yang lain seakan ikut merasakan lara yang kau ratapi ini. Aku tahu dalamnya kelu yang kau rasa, tergambar dari tetesan gerimis yang melewati pelupuk ku saat kau memaksa ku mengingat masa terdahulu itu. Aku pun tahu serpihan retakmu berhamburan keluar,  tak ada daya aku untuk mengumpulkannya, lubang terlihat dimana-mana, hitam lebam sudah  jejak-jejak yang akan terjalani nanti .

Dear hati,

Atas luka, kelu, lara dan kesakitan yang kau tinggali ini, maafkan aku telah membuatnya ada. Maafkan aku karna tak pernah perdulikanmu atas semua yang ku pilih di lintasan yang kita punya, Maaf, karna aku pernah menutup kedua daun telingaku agar suaramu tak pernah terdengar oleh nadi-nadi yang tersalur langsung ke logika.

Dear hati,

Aku tau itu sakit , sakit yang sama , berkali-kali  , lagi dan lagi . Untuk sementara waktu, aku ingin menyembunyikanmu . aku bukan akan membuatmu hilang , bukan. aku hanya menghentikan sejenak sistem kerjamu.

Dear hati,

Semoga dengan kau berdiam, aku lebih leluasa memeluk udara, lebih nyaman lagi berbicara pada dinding kamar, lebih mengerti akan putaran poros kehidupan, lebih memahami hujan , dan lebih mensyukuri kesendirian

Dear hati,

Aku mohon bertahanlah di pejammu, akan ku bangunkan kau disaat matahari lebih ramah menyapamu, sampai  ada hati lain yang menemukanmu ditempat yang ku sembunyikan dalam keadaan utuh, semoga saat itu kau sudah tak lagi patah, tak akan ada lagi remuk . dan lalu jika saat itu tiba rendahkanlah sedikit tempatmu berpijak dari masa lalu , melunaklah akan sakit yang membentukmu seperti batu . lepaskan ketakutan akan bayangan-bayangan kelam yang membututimu , karna kau tak akan lagi kembali lebam, saat itu aku berjanji..


HATI, akan ku gunakan kau dengan hati-hati lagi .

—-

-astikalestyani